Wan Ahmadi Ramadhan, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., memilih Goal Setting Theory sebagai dasar kajiannya untuk memahami bagaimana tujuan yang jelas dan terstruktur dapat meningkatkan kinerja dalam sektor pelayanan publik. Ia melihat bahwa pencapaian target tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kejelasan tujuan, dukungan atasan, serta pemahaman karyawan terhadap standar kinerja yang diharapkan.

Menurut Wan Ahmadi, berbagai persoalan muncul ketika tujuan kerja tidak dijelaskan secara spesifik atau tidak disertai dukungan yang memadai. Karyawan sering menghadapi target yang dianggap tidak realistis, kurangnya umpan balik, serta ketidakjelasan standar penilaian. Kondisi ini menurunkan komitmen, menimbulkan stres, dan melemahkan motivasi. Sebaliknya, ketika tujuan dirumuskan dengan jelas, disepakati bersama, dan didukung oleh komunikasi yang baik, kinerja cenderung meningkat secara signifikan.
Untuk memahami dinamika tersebut, Wan Ahmadi menggunakan Goal Setting Theory yang menekankan bahwa tujuan yang spesifik, menantang, dan disertai komitmen serta umpan balik akan menghasilkan kinerja yang lebih tinggi. Teori ini juga menjelaskan bahwa kemampuan, self efficacy, dan dukungan organisasi menjadi faktor penting dalam memastikan tujuan dapat dicapai. Ketika tujuan terlalu banyak, terlalu sulit, atau tidak relevan dengan kondisi lapangan, efektivitasnya menurun dan dapat menimbulkan perilaku tidak etis atau tekanan berlebihan.
Pelayanan PBB-P2
Sebagai gagasan profesional, Wan Ahmadi mengusulkan penerapan kontrak penetapan tujuan yang lebih transparan dan partisipatif. Ia menekankan pentingnya dialog antara atasan dan karyawan untuk menyepakati target yang realistis, menetapkan standar kinerja yang jelas, serta memastikan adanya dukungan dan umpan balik berkala. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan rasa memiliki, memperkuat komitmen, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat serta produktif.

Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, ketika dimintai pendapat Wan Ahmadi, gagasan ini memberikan kontribusi penting karena mampu menjelaskan hubungan antara kejelasan tujuan dan kualitas kinerja. Dr. Chandra mengapresiasi kemampuan Wan Ahmadi mengaitkan teori dengan pengalaman nyata di sektor pelayanan publik. Ia juga memberi catatan kritis bahwa organisasi perlu lebih berhati hati dalam menetapkan tujuan agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan, serta memastikan bahwa dukungan, pelatihan, dan umpan balik berjalan konsisten. Menurutnya, tujuan yang jelas dan manusiawi akan membangun motivasi yang lebih stabil dan berkelanjutan.